AKSI 212 - SUPER MOON DAN DAHLIA.
Sat, 15.04
Tahun lalu saya sempat ikut menjemput sejumlah kawan di Gambir yang berdatangan dari Bandung untuk ikut hadir AKSI 212 naik kereta api Parahyangan – hampir semua gerbong di penuhi peserta berseragam putih-putih - kereta subuh.
.
Saya tahu persis para professional juga banyak yang hadir, dari kalangan Bank Syariah (misalnya bank Muamalat dan Mandiri syariah), para akademisi (mahasiswa perguruan tinggi Islam dan dosen), sejumlah anggauta IDI, Gubernur NTB, kelompok Tionghoa, sejumlah anggauta DPR, DPRD dan juga RI-1, RI-2 serta Panglima TNI. Puncaknya, salat Jum’at bersama massa dibawah guyuran air hujan – yang tidak dihiraukan oleh para peserta. Disekelilingnya penuh dengan “cameramen” dari BBC, Aljazeera, ABC, hingga CNN Indonesia termasuk jurnalis asing dari SHM Tribune, dan wakil The New York Times di Jakarta.
Akhir November 2016, saya agak was-was, karena berita menakutkan dari The Guardian (UK) mengutip pendapat Sydney Jones (ahli tentang teroris di Indonesia) – yang menyebutkan bahwa kelompok ISIS di Suriah, Jabhat Fatah al-Sham, mengumumkan akan ikut andil dengan tembakan peluru’.
Pendapat nyaris serupa juga diungkapkan oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak yang pertengahan November 2016 melarang warganya ikut aksi di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016.
“Orang-orang yang tetap nekat pergi ke Jakarta hanya untuk ikut demonstrasi tersebut berpotensi menjadi teroris. Iya, karena pemikiran mereka radikal. Itu kan pemikiran teroris," kata Gubernur Awank Faroek di Markas Kodam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, (Republika, Balikpapan).
Namun warga Kalimantan Timur, tetap datang ke Jakarta dengan menyewa pesawat Lion Air dan Sriwijaya – untungnya tidak “dijemput” polisi Kalimantan ketika pulang – karena dianggap TERORIS oleh Gubernurnya.
Kali ini, reuni, terlihat lebih santai beritanya. CNN Indonesia juga memberitakan dengan cukup baik, disampaikan oleh jurnalis wanita.
DKI-1 memberi pidatonya dengan mengajak semua peserta untuk mendoakan para PEMIMPIN Indonesia, supaya bisa menjaga amanah yang diembannya dengan baik.
Saya tidak hadir karena, ada pertemuan Sabtu di Bandung dengan orang bank.
Tahun ini unik, fenomena alam membayangi aksi reuni 212. Selain Badai Tropis Cempaka dan Dahlia yang baru saja menjauh dari Pulau Jawa juga kita masuk pada fase FULL MOON.
Mulai malam nanti kita bisa menikmati SUPER MOON di Bulan Desember 2017 (tepatnya 3 Desember), bulan Purnama terakhir ditahun 2017. Disebut Super Moon karena orbit Bulan ada di orbit Perigee (orbit yang sangat dekat dengan Bumi).
Januari 2018 kita akan menemui dua kali Bulan Purnama, yang pertama diawal Januari dan yang kedua di akhir Januari 2018 (science today, RTnews).
Awan Gelap masih memayungi wilayah Pulau Jawa, sebagian daerah masih merayakan ‘Maulud Nabi”.
Happy Long weekend..
Sumber: Arifij Mufti
Foto: Republika
Sat, 15.04
Tahun lalu saya sempat ikut menjemput sejumlah kawan di Gambir yang berdatangan dari Bandung untuk ikut hadir AKSI 212 naik kereta api Parahyangan – hampir semua gerbong di penuhi peserta berseragam putih-putih - kereta subuh.
.
Saya tahu persis para professional juga banyak yang hadir, dari kalangan Bank Syariah (misalnya bank Muamalat dan Mandiri syariah), para akademisi (mahasiswa perguruan tinggi Islam dan dosen), sejumlah anggauta IDI, Gubernur NTB, kelompok Tionghoa, sejumlah anggauta DPR, DPRD dan juga RI-1, RI-2 serta Panglima TNI. Puncaknya, salat Jum’at bersama massa dibawah guyuran air hujan – yang tidak dihiraukan oleh para peserta. Disekelilingnya penuh dengan “cameramen” dari BBC, Aljazeera, ABC, hingga CNN Indonesia termasuk jurnalis asing dari SHM Tribune, dan wakil The New York Times di Jakarta.
Akhir November 2016, saya agak was-was, karena berita menakutkan dari The Guardian (UK) mengutip pendapat Sydney Jones (ahli tentang teroris di Indonesia) – yang menyebutkan bahwa kelompok ISIS di Suriah, Jabhat Fatah al-Sham, mengumumkan akan ikut andil dengan tembakan peluru’.
Pendapat nyaris serupa juga diungkapkan oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak yang pertengahan November 2016 melarang warganya ikut aksi di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016.
“Orang-orang yang tetap nekat pergi ke Jakarta hanya untuk ikut demonstrasi tersebut berpotensi menjadi teroris. Iya, karena pemikiran mereka radikal. Itu kan pemikiran teroris," kata Gubernur Awank Faroek di Markas Kodam VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, (Republika, Balikpapan).
Namun warga Kalimantan Timur, tetap datang ke Jakarta dengan menyewa pesawat Lion Air dan Sriwijaya – untungnya tidak “dijemput” polisi Kalimantan ketika pulang – karena dianggap TERORIS oleh Gubernurnya.
Kali ini, reuni, terlihat lebih santai beritanya. CNN Indonesia juga memberitakan dengan cukup baik, disampaikan oleh jurnalis wanita.
DKI-1 memberi pidatonya dengan mengajak semua peserta untuk mendoakan para PEMIMPIN Indonesia, supaya bisa menjaga amanah yang diembannya dengan baik.
Saya tidak hadir karena, ada pertemuan Sabtu di Bandung dengan orang bank.
Tahun ini unik, fenomena alam membayangi aksi reuni 212. Selain Badai Tropis Cempaka dan Dahlia yang baru saja menjauh dari Pulau Jawa juga kita masuk pada fase FULL MOON.
Mulai malam nanti kita bisa menikmati SUPER MOON di Bulan Desember 2017 (tepatnya 3 Desember), bulan Purnama terakhir ditahun 2017. Disebut Super Moon karena orbit Bulan ada di orbit Perigee (orbit yang sangat dekat dengan Bumi).
Januari 2018 kita akan menemui dua kali Bulan Purnama, yang pertama diawal Januari dan yang kedua di akhir Januari 2018 (science today, RTnews).
Awan Gelap masih memayungi wilayah Pulau Jawa, sebagian daerah masih merayakan ‘Maulud Nabi”.
Happy Long weekend..
Sumber: Arifij Mufti
Foto: Republika

No comments:
Post a Comment