5 Keberhasilan Pertunjukan Semarang Surga yang Hilang Pada Gelar Sastra Pelataran - Majalah Hany

Majalah Hany

Media Pendidikan dan Keluarga

5 Keberhasilan Pertunjukan Semarang Surga yang Hilang Pada Gelar Sastra Pelataran

Share This

SASTRA Pelataran Semarang menyelenggarakan pertunjukan musikalisasi puisi Semarang Surga yang Hilang karya Djawahir Muhammad dan disutradarai Kelana Siwi. Pertunjukan sastra tersebut dimainkan oleh Aktor Studio sebuah komunitas yang sempat vakum pada tahun 1997. Acara dilaksanakan di Hall Balai Kota Semarang yang banyak dihadiri kalangan sastrawan, teaterawan, budayawan, pemusik, hingga anak-anak. Sabtu (25/11/2017)

Acara dibuka dengan musikalisasi puisi oleh Bengkel Sastra Taman Maluku dengan membawakan dua lagu karya Djawahir Muhammad dengan vokal Pia Cipta. Selanjutnya diisi musikalisasi Nyanyian Duka Khusni Kasdut yang dibacakan oleh Lukni Maulana, dan Gelembung-gelembung yang dinyanyikan Djawahir Muhammad. 

Pada puncaknya acara pertunjukan sastra musikalisasi puisi Semarang Surga yang Hilang mampu memukau para penonton, hingga tidak beranjak dari tempat duduknya,  yang ditutup pertunjukan tersebut dengan tabuhan rebana dan pembacaan maulid berzanji.

Inilah lima (5) keberhasilan pertunjukan Musikalisasi Puisi Semarang Surga yang Hilang:

1. Kombinasi dan ekspetasi sutradara
Sang sutradara mampu mengkombinasikan antara instalasi yang berupa rupa, musik, nyanyian, pembacaan puisi hingga bacaan shalawat nabi yakni maulid berzanji. Sedangkan ekspetasi sutradara dapat dilampaui atau sesuai apa yang diharapkan yakni semua kombinasi tersebut tidak ada peran utama baik itu musik, nyanyian, pembacaan puisi maupun maulid betzanji. 

2. Kekompakan
Kekompakan disini bagaimana mempersatukan musik modern, klasik, hingga musik religi. Begitupun perpaduan antara shalawatan, nyanyian, pembacaan puisi maupun koor.

3. Proses metamorforsis
Berangkat dari teks yang sudah mapan dan diakui. Teks tersebut mampu dihidupkan dengan beragam karakter dari seni instalasi, musik hingga pembacaan puisi

4. Seni kegaduhan
Pertunjukan musikalisasi puisi terkesan gaduh, namun disitulah efek yang ditonjolkan karena saat ini merupakan era yang penuh kegaduhan, apalagi era jejaring sosial.

5. Pembacaan maulid berzanji
Pertunjukam tersebut ditutup dengan pembacaan maulid berzanji yang diiringi musik rebana yang merupakan ciri khas masyarakat kota semarang yang religius.

No comments:

Post a Comment


Pages