Bahaya Media Sosial Saatnya Berbaik Sangka Karena Akan - Majalah Hany

Majalah Hany

Media Pendidikan dan Keluarga

Bahaya Media Sosial Saatnya Berbaik Sangka Karena Akan

Share This

"Berbaik Sangka itu Indah...."

● Kita tidak bisa membaca hati
manusia, apalagi hanya dari dunia maya...

● Belum tentu orang yang menuliskan rutinitas amal yg dia sampaikan adalah riya’.
Bisa jadi dia berniat menyemangati kawan kawannya.

● Belum tentu orang yang mengabarkan rizqi yang diterimanya adalah
berbangga-banggaan dengan harta. Bisa jadi, ia ingin sekali menyiarkan betapa syukurnya dia atas karunia-Nya.

●Sungguh, Isi hati adalah misteri, maka berbaik sangka lebih terpuji.

● Mereka yang menuliskan
pengalamannya di sosial media, belum tentu dia ingin menjadi terkenal di dunia maya.
Bisa jadi ada inspirasi
yang hendak dibagikannya.

● Mereka yang mengabarkan tentang materi dakwah atau yg sedang mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya.
Bisa jadi ia ingin sekali memberikan harapan kepada
rekan rekan dan sahabatnya, bahwa di sana dakwah masih
menyala.

● Sungguh, Isi hati adalah misteri, maka berbaik sangka lebih terpuji.

● Mereka yang menyampaikan secuplik ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak ilmunya.
Bisa jadi ia merasa terpanggil untuk menyampaikan sedikit yang ia punya.

● Mereka yang gemar mengkritisi
kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya paling benar sedunia.
Bisa jadi, itu karena ia sungguh mencintai saudaranya.

● Isi hati adalah misteri, maka berbaik sangka lebih terpuji.

● Mereka yang gemar menuliskan
apapun yang dipikirkannya, belum tentu dia ingin diakui sebagai perenung berwibawa.
Bisa jadi, ia adalah pelupa, dan akan mudah mengingat dengan cara membagikannya.

● Mereka yang selalu merespon apa yang dilihatnya, belum tentu ingin eksis di dunia maya.
Bisa jadi ia memang
senang berbagi yang dia punya.

● Sungguh, Isi hati adalah misteri, maka berbaik sangka lebih terpuji.

● Tapi baik sangka, tak berarti
membiarkan kawan-kawan melakukan sesuatu yang nampak keliru di mata kita.

● Baik sangka, harus disertai dengan saling mengingatkan agar tidak tergelincir niatnya, agar tidak terhapus pahala amalnya.

● Isi hati adalah misteri. Namun apa yang nampak keliru di mata kita, disitulah tugas kita untuk meluruskannya.

● Berbaik sangka itu menentramkan jiwa.
Namun, saling mengingatkan juga
merupakan kebutuhan.

● Berbaik sangka itu indah, tapi bukan berarti membiarkan saudara terlihat salah...

● Berbaik sangka, dan nasihat-nasihati adalah kewajiban sesama muslim.

Semoga kita bisa senantiasa belajar bersama.

Selamat berbaik sangka. (Red/Widayat S) 

No comments:

Post a Comment


Pages